Cara Mount partisi Ubuntu secara otomatis dan manual

Sebelum pengguna dapat mengakses file pada mesin mirip-Unix, sistem berkas yang berisinya perlu di-mount dengan perintah mount. Seringkali dipasang digunakan untuk kartu SD, penyimpanan USB, DVD dan perangkat penyimpanan removable lainnya.

Perintah mount menginstruksikan sistem operasi bahwa sistem file siap digunakan, dan mengaitkannya dengan titik tertentu dalam hierarki sistem file keseluruhan (titik mountnya) dan menetapkan opsi yang berkaitan dengan aksesnya. Pemasangan membuat sistem file, file, direktori, perangkat dan file khusus yang tersedia untuk digunakan dan tersedia bagi pengguna. Umpan pendampingnya menginstruksikan sistem operasi bahwa sistem berkas harus dipisahkan dari titik mountnya, sehingga tidak dapat diakses lagi dan dapat dilepaskan dari komputer. Penting untuk menampilkan perangkat sebelum mengeluarkannya karena perubahan pada file mungkin hanya sebagian telah ditulis dan selesai sebagai bagian dari umount.

Perintah mount dan umount memerlukan hak istimewa pengguna root untuk mempengaruhi perubahan. Sebagai alternatif, hak istimewa khusus untuk melakukan tindakan yang sesuai mungkin telah diberikan oleh pengguna root sebelumnya. Sistem file dapat didefinisikan sebagai pengguna yang dapat dipasang di file / etc / fstab oleh pengguna root.

Mounting dibagi menjadi 2 yaitu mounting secara sementara (temporari) dan mounting secara permanen (dimana pada saat komputer dihidupkan maka partisi akan otomasi mounting).

Cara untuk melakukan mounting sementara adalah seperti berikut :

Buka terminal lalu ketikan perintah dibawah agar mengetahui lokasi partisi yang akan dimounting

Sehingga terlihat seperti dibawah ini

root@jenamon: -home-jenamon_104

Setelah mengetahui lokasi partisi, buat direktori dimana partisi tersebut akan dimounting

Guanakan perintah dibawah ini untuk melakukan mounting

Adapun cara untuk melakukan mounting secara otomatis menggunakan cara yang sama dengan mounting secara manual yaitu mengecek lokasi partisi dan membuat direktori, hanya saja yang berbeda disini kita menambahkan baris pada file fstab seperti berikut :

lalu tambahkan baris berikut dipaling bawah dengan menggunakan pola <device> <location> <linux type> <options> <dump> <pass>

Setelah itu simpan lalu restart komputer

Untuk referensi, berikut merupakan tabel penamaan tipe partisi pada linux yang akan digunakan :

Selection_114

Selamat ujicoba, semoga bermanfaat 😀

Rich Snippets
Published
Article
Cara Mount partisi Ubuntu secara otomatis dan manual
Ratings
51star1star1star1star1star
Azizul Hakim

Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman

Leave a Reply